Dibalik Kemegahan Berdirinya Museum Tsunami Aceh

Dibalik Kemegahan Berdirinya Museum Tsunami Aceh

Dibalik Kemegahan Berdirinya Museum Tsunami Aceh. Mendengar kata Aceh, membuat kita langsung teringat akan kejadian di masa silam. Dahsyatnya bencana alam Tsunami yang melanda warga Aceh selalu mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT. Hal ini menjadikan pemerintah berinisiatif untuk membangun sebuah museum untuk mengenang kejadian maha dahsyat tersebut yaitu Museum Tsunami Aceh.

Museum Tsunami Aceh mulai terbuka untuk masyarakat umum pada tanggal 08 Mei 2009. Museum yang dibangun di atas lahan seluas 2.500 m2 ini berdiri didasarkan pada sayembara yang diadakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias. Banyak sekali arsitektur-arsitektur dari seluruh Indonesia berlomba-lomba untuk memenangkan sayembara tersebut.

Ridwan Kamil yang kita kenal sebagai wali kota Bandung ternyata juga orang yang sangat berjasa dibalik berdirinya Museum Tsunami Aceh menjadi semegah seperti sekarang ini. Dengan desain yang ia buat, museum ini menjadi sebuah bangunan legendaries yang akan selalu mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT terhadap bencana yang menimpa masyarakat Aceh.

Karena saat Allah memerintahkan alam untuk mengamuk, maka tidak ada yang berkuasa untuk menghentikannya. Segala perintah-Nya adalah keharusan yang pasti terjadi. Maka dari itu, bercermin dari kejadian pada tahun 2004 lalu di Aceh, kita sebagai manusia hanya bisa menyikapi dan mengambil hikmah dari setiap bencana yang terjadi.
Berkat jasa Ridwan Kamil juga Museum Tsunami Aceh menjadi ikon warga Aceh yang memiliki peran penting dalam kehidupan warga Aceh. Dana yang dikeluarkan untuk proses pembangunan museum ini berkisar 140 milyar. Dalam kurun waktu 2 tahun museum ini menjadi ramai oleh pengunjung baik dari local maupun dari luar Aceh.

Apa saja yang terdapat di dalam Museum Tsunami Aceh?

Museum tsunami Aceh dibangun selain untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut juga simbol kekuatan warga Aceh dalam menghadapi peristiwa terbesar yang pernah melanda di Indonesia. Dan harapannya agar masyarakat Indonesia sama-sama membangun rasa mawas diri ketika sewaktu-waktu bencana lain terjadi di daerah kita sendiri.
Keadaan Aceh saat ini mulai mengalami pembaharuan dalam berbagai segi kehidupan. Salah satunya adalah tempat wisata yang tidak kalah cantiknya dengan tempat wisata lainnya. Ketika Anda berniat untuk berkunjung ke Aceh menikmati udara segarnya, maka jangan sampai terlewatkan untuk mampir ke Museum Tsunami Aceh.

Banyak sekali paket wisata Aceh yang menawarkan tempat-tempat menarik di Aceh yang akan membuat kita terkagum-kagum akan kebesaran Allah SWT. Maka ambilah paket wisata Aceh yang di dalamnya menyertakan untuk berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. Banyak pelajaran yang dapat kita peroleh saat mengunjungi museum ini.

Di dalam Museum Tsunami Aceh, ada banyak fasilitas yang mampu menggambarkan kedahsyatan bencana tersebut. Bangunan dengan 4 lantai ini terbagi menjadi beberapa bilik. Saat pertama kali memasuki ruangan di lantai dasar, Anda akan menemukan ruangan terbuka yang dimanfaatkan untuk ruang publik.
Bilik pertama yang akan dimasuki pengunjung adalah bilik renungan. Di dalam ruangan ini, terdapat lorong panjang dengan ketinggian 22 m dan panjang 30 m. Lorong sempit dan hanya disinari dengan sedikit cahaya ini mengingatkan kita akan gelombang tsunami yang besar.

Dengan diiringi suara gemericik air yang mengalir pada dinding-dinding lorong serta suara adzan yang lirih membuat kita seolah-olah kembali ke masa itu. Seperti kita terjebak dalam gelombang besar yang dating tiba-tiba di saat suara adzan mulai dikumandangkan. Hal ini pastinya akan membuat siapa saja merasa pilu dan sedih mengingat korban yang berjatuhan saat itu.

Dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya kecuali hanya dengan kemurahan dan pertolongan-Nya. Mengingatnya saja membuat kita pilu apalagi kalau kita juga merasakan apa yang mereka, warga Aceh rasakan saat itu. Semakin membuat kita merasa kecil sekali di hadapan Allah SWT dan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam.

Setelah melewati lorong renungan, Anda akan memasuki sebuah ruangan yang berisikan kenangan para korban tsunami yang dikenal dengan ruang kenangan atau memorial hill. Di sini kita bisa melihat foto para korban tsunami yang ditampilkan melalui slide dalam ruangan yang berisikan 26 monitor.

Setelah itu, pengunjung akan dibimbing untuk memasuki bilik selanjutnya, yaitu ruang sumur do’a. Ada sekitar 2.000 nama-nama yang telah diukir dalam dinding-dinding yang bentuknya melingkar seperti sumur. Seperti namanya, ruangan ini dibuat untuk mengirim do’a kepada para korban yang telah tiada sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut.

Yang terakhir, Anda akan melewati sebuah jembatan yang diberi nama jembatan harapan. Atau juga sering disebut ruang penentuan nasib. Ruangan ini berbentuk sumur silinder yang diatasnya terdapat tulisan Allah dalam bentuk kaligrafi yang menyorotkan cahaya remang-remang.

Lorong cerobong menuju jembatan harapan didesain dengan jalan yang berkelok-kelok dan tidak rata. Hal ini diibaratkan ketika tsunami terjadi, orang merasakan keputusasaan dan bingung untuk berlari ke mana. Jembatan ini berfungsi sebagai penentuan nasib akhir, apakah ia akan selamat atau justru terbawa arus gelombang tsunami.

Fakta Dibalik Berdirinya Museum Tsunami Aceh

Saat Anda melihat bangunan Museum Tsunami Aceh sekilas dari arah atas, Anda akan mendapatkan sebuah gambaran seperti sebuah gelombang air laut. Dari situ kita akan langsung tahu bahwa museum tersebut dibangun untuk mengenang peristiwa tsunami yang melanda masyarakat Aceh.
Apalagi ditambah ketika Anda mulai memasuki dan merasakan sensasi berada di dalam museum tsunami Aceh tersebut dengan berbagai ruang yang menggambarkan kejadian lalu tersebut. Dari lantai dasar hingga kea tap semuanya memiliki makna tersendiri dalam kaitannya dengan peristiwa tsunami.

Jika Anda berkeliling secara menyeluruh, Anda akan menemukan bahwa Museum Tsunami Aceh ini dibangun menyerupai rumah adat khas Aceh yaitu rumah panggung. Benar-benar ide brilian cara untuk mengenang peristiwa tersebut. Dari unsur daerah, sejarah hingga unsur Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas warga Aceh.
Berkaca dari kejadian di masa silam, Museum Tsunami Aceh selain sebagai bentuk refleksi dari bencana tsunami juga bertujuan untuk dijadikan sebagai tempat perlindungan pertama saat sewaktu-waktu tsunami kembali melanda. Design rata yang dipenuhi dengan taman-taman yang luasnya mampu menampung banyak orang.

Untuk mengunjungi wisata ini, kami menyediakan paket wisata aceh sabang sesuai dengan kebutuhan anda, sebagai berikut :

KLIK  Paket Tour Sabang Aceh  Terbaik 3 Hari 2 Malam

KLIK Paket Wisata Sabang Aceh  Lengkap  Murah 4 Hari 3 Malam

KLIK – Paket Wisata Aceh Sabang  Terlengkap Berkualitas  5 Hari 4 Malam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *