Rumah Aceh Cot Plieng Paket Tour Aceh Heritage

Rumah Aceh Cot Plieng Paket Tour Aceh Heritage

Rumah Aceh Cot Plieng Paket Tour Aceh Heritage menyaksikan Sejarah Rumah Aceh Cot Plieng, anda mungkin sering mendengar ungkapan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Perjalanan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Setelah dijajah ratusan tahun oleh bangsa Belanda hingga masa pendudukan Jepang tidak mudah dan wajib dihargai generasi penerus. Anda pun bisa mencoba menelusuri jejak sejarah tersebut lewat paket tour Aceh. Yang memasukkan daftar wisata sejarah ke Rumah Aceh Cot Plieng yang banyak dilupakan dewasa ini.

Sejarah perjuangan Teungku Abdul Jalil bersama rakyat Cot Plieng

Rumah Aceh Cot Plieng Paket Tour Aceh Heritage meninggalkan cerita semenjak Indonesia mengalami masa kelam. Saat berada dibawah penjajahan Belanda, 350 tahun berada di bawah kungkungan kekejaman Belanda membuat rakyat Indonesia memberontak. Perlawanan dilakukan di berbagai daerah di Indonesia termasuk Aceh. Rekam jejak perlawanan rakyat Aceh terus bergelora. Anda jelas mengenal nama pahlawan seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Teuku Cik Ditiro dan masih banyak pahlawan lain. Perjuangan tersebut terus berlanjut hingga jaman kependudukan Jepang di Indonesia.

Saat meletus perang dunia II, Jepang mulai menginvasi daerah jajahan pihak sekutu. Sebab itu pula yang membuat Jepang berhasil membuat penjajahan Belanda di Indonesia berakhir pada tahun 1942. Kedatangan Jepang yang dianggap dewa penyelamat sebelumnya akhirnya terungkap sudah setelah kekejaman Jepang. Tak kalah dengan masa penjajahan Belanda, Kekejaman tersebut memicu banyak pemberontakan hingga ke tanah Aceh.

  • Penyebab Pemberontakan

Ada beberapa alasan penyebab pemberontakan yang terjadi di Aceh. Antara lain dipicu beberapa hal seperti Jepang menipu para wanita agar bisa dijadikan pemuas nafsu tentara Jepang di Birma dan Malaya. Penarikan jatah panen pada para petani yang begitu berat hingga adanya Seikerei atau upacara menghormati matahari. Mengingat mayoritas masyarakat Aceh beragama Islam yang menjunjung nilai moral dan agama. Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja hingga memicu berbagai perlawanan pada Jepang.

Seorang ulama besar yang mengajar di Cot Plieng Lhok Seumawe pun tak tinggal menghadapi kekejaman penjajah Jepang yang semena-mena. Teungku Abdul Jalil yang merupakan putra Teungku Ahmad bersama rekan-rekannya pun memulai dakwah anti Jepang secara diam-diam. Hal tersebut terus dilakukan hingga mereka memulai pemberontakan secara terang-terangan pada Jepang pada akhir 1942 hingga meletus pemberontakan pada tanggal 6 Nopember 1942 di kawasan Bayu, Aceh Utara.

  • Kolonial Jepang di Aceh

Jepang yang memiliki perlengkapan perang modern pun melawan pemberontak yang dipimpin Teungku Abdul Jalil. Yang hanya bermodal senjata tradisional, meski hanya memakai rencong, kelewang, pedang, lembing dan alat tradisional lainnya. Hal ini pun tak menyurutkan semangat Teungku Abdul Jalil dan pengikut. Mereka tetap gigih melawan tentara Jepang tanpa rasa gentar sedikit pun. Perang yang tidak seimbang memaksa Teungku Abdul Jalil menyingkir ke pedalaman hutan untuk menyusun strategi.

Tiga hari berlalu, 9 Nopember 1942 menjadi saksi sengitnya pertempuran antara Jepang melawan anak buah Teungku Abdul Jalil usai shalat Jumat di Blang Baloh. Meski sebelumnya Jepang berniat membawa Teungku Abdul Jalil tanpa perlawanan. Namun, semangat jihad fi sabilillah Teungku Abdul Jalil dan anak buah membuat pertempuran dahsyat tidak lagi terelakkan. Alhasil, Teungku Abdul Jalil meninggal syahid setelah terkena granat, begitu pula 12 orang pengikut setia.

Para pengikut beliau yang gugur dalam pertempuran pun dimakamkan di dekat surau Desa Blang Baloh, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Anda bisa datang ke Rumah Aceh Cot Plieng yang merupakan saksi perjuangan dayah Cot Plieng melawan penjajah Jepang. Di masjid Cot Plieng, anda bakal melihat sisa sejarah perjuangan para pahlawan Aceh tersebut. Ada tulisan mirip prasasti yang menyebutkan pembangunan masjid secara swadaya dari rakyat menggunakan bahasa Indonesia dan huruf kanji Jepang.

  • Perjuangan Teungku Abdul Jalil

Sebagai upaya menghargai para jasa pahlawan, dana swadaya masyarakat pun membangun tugu peringatan perjuangan Teungku Abdul Jalil bersama dengan para pengikut. Makam 12 pengikut setia sang dayah pun juga turut dipugar sebagai salah satu bentuk penghormatan masyarakat setempat. Pembangunan pun dilaksanakan masyarakat setempat pada masa kemerdekaan tahun 1950an.

Tugu peringatan perjuangan sang dayah Cot Plieng tersebut berada di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Hal ini  masih berdiri kokoh hingga sekrang. Sudah sepatutnya tetap dijaga dan dilestarikan sebagai saksi perjuangan rakyat Aceh melawan Jepang. Tak ada salahnya pula, anda sesekali mencoba wisata sejarah ke Rumah Aceh Cot Plieng untuk mengenang jasa para pahlawan negara.

Paket tour Aceh akan membawa anda menyaksikan kehebatan para pahlawan Cot Plieng dalam melawan penjajah. Selain menikmati potensi wisata alam, budaya dan kuliner propinsi Nanggroe Aceh Darusalam maka tak ada salahnya napak tilas jejak para pahlawan di Cot Plieng, kabupaten Aceh Utara. Toh, lokasi tempat ini mudah diakses menggunakan kendaraan dari kota Lhokseumawe. Anda bisa berlibur ke Lhokseumawe sekaligus melakukan wisata sejarah ke Rumah Aceh Cot Plieng.

Kemudahan akses menuju ke Rumah Aceh Cot Plieng

Jika anda penasaran dengan Rumah Aceh Cot Plieng, baik melihat tugu peringatan perjuangan Teungku Abdul Jalil. Masjid Cot Plieng yang menjadi saksi bisu sejarah hingga makam Teungku Abdul Jalil dan pengikut, bisa memilih paket tour Aceh. Pilihan wisata sejarah ini akan membawa anda menapak tilas ke Syamtalira Bayu, Aceh Utara atau setidaknya memerlukan jarak tempuh 12 kilometer dari kota Lhokseumawe. Tugu peringatan berada di Jalan Medan-Banda Aceh yang mudah diakses menggunakan kendaraan darat.

Anda pun bisa turut serta mengajak anak-anak untuk menikmati pilihan wisata sejarah dari paket tour Aceh. Mengenalkan sejarah masa lalu pada generasi penerus bisa membuat mereka lebih memaknai kemerdekaan dengan sebaiknya. Jasa pahlawan yang telah gugur wajib dihargai dan dihormati meski jaman telah berkembang semakin modern. Tanpa mereka, sejarah Indonesia merdeka tidak akan pernah terjadi. Jangan sampai sejarah bangsa sendiri tak diketahui akibat gerusan modernitas yang kekinian.

Hubungi layanan kontak servis kami untuk mendapatkan informasi lengkap terkait paket tour Aceh yang sesuai pilihan. Tak hanya bisa menikmati paket wisata alam, budaya dan kuliner di Tanah Rencong. Anda pun bisa belajar sejarah melihat langsung bukti perjuangan para pahlawan di Rumah Aceh Cot Plieng.  Yuk, pesan seat paket tour Aceh sekarang juga!

Berikut kami berikan penawaran jenis jenis paket wisata aceh sabang terbaik dan berkualitas, silahkan klik link berikut.

Paket Tour Aceh Singkat Padat Murah 2 Hari 1 Malam

Paket Tour Sabang Aceh Murah Lengkap Berkualitas 3 Hari 2 Malam

Paket Wisata Aceh Sabang Terlengkap 2018

 

Untuk Informasi, harga terbaik  dan fast response, silahkan kontak Cs kami langsung

CALL / WHATSAPP 0822 74 555 333

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *