Menyusuri Sejarah Sabang Dengan Paket Wisata Aceh Sabang

bunker jepang - Paket Wisata Aceh SabangHoresabang.co.idLiburan dengan paket wisata Aceh Sabang bukan jalan-jalan biasa, kita juga bisa belajar sejarah di dalamnya. Sabang mungkin di kenal sebagai kota di ujung paling Barat Indonesia, atau “sekadar” destinasi populer . Akan tetapi, kota kepulauan ini tidak hanya memiliki keindahan serta potensi wisata, melainkan juga sejarah panjang yang menarik dan kota ini lebih dari sekadar tujuan wisata.

Menyusuri sejarah Sabang dengan paket wisata Aceh Sabang sangat menarik, berikut ulasannya :
Dari Pelabuhan Alam ke Dermaga Sibuk

Kota Sabang memiliki pulau-pulau kecil yang ternyata telah hadir di dalam catatan sejarah era Yunani Kuno. Pulau Weh, pulau terbesar di Sabang, muncul dalam catatan penjelajahan ahli bumi Yunani bernama Ptolo macus. Pulau Weh juga telah di kunjungi oleh para pedagang bangsa Arab, dan mereka menyebut pulau ini sebagai “Shabag” (kemungkinan menjadi asal-usul nama “Sabang”).

Sabang menjadi kota pelabuhan setelah pembukaan Terusan Suez pada tahun 1869. Pembukaan terusan tersebut menciptakan rute pelayaran internasional baru yang lebih pendek untuk menuju Nusantara, yaitu lewat Selat Malaka. Pada tahun 1881, pemerintah kolonial Belanda menjadikan Sabang sebagai area pelabuhan alam bernama Kolen Station, terutama karena lokasinya yang strategis serta perairannya yang tenang.

Asosiasi Atjeh kemudian membuka dermaga baru di Sabang pada tahun 1883. Dermaga ini menjadi tempat pangkalan kapal pengangkut batu bara serta titik berlabuh kapal-kapal dagang dari dan ke Sumatra Utara. Firma Delange dan Sabang Haven kemudian membangun serta menambah fasilitasnya, dan menjadikan Pelabuhan Sabang sebagai “Vrij Haven”, sebuah wilayah pelabuhan bebas.

baca juga : serunya ikut paket tour takengon

Perang Dunia Kedua dan Alih Fungsi Sabang

Perang Dunia Kedua mendatangkan perubahan besar bagi Sabang. Pasukan Jepang mendudukinya pada tahun 1942, sebelum pasukan sekutu menjatuhkan bom dan membuat pelabuhan rusak parah. Pelabuhan Sabang kemudian ditutup hingga tahun 1950. Indonesia, yang waktu itu bernama Republik Indonesia Serikat, menjadikan Sabang sebagai pusat pertahanan bagi angkatan laut.

Dari tahun 1950 hingga 1965, pemerintah Indonesia perlahan membeli semua asset pelabuhan yang awalnya dimiliki pemerintah kolonial. Indonesia juga membentuk pemerintahan Kota praja Sabang pada tahun 1965, dan perlahan menyusun rencana untuk kembali membentuk pelabuhan untuk mendukung perdagangan bebas.

Rencana menjadikan Sabang sebagai kawasan perdagangan bebas tidak sempat terwujud, dan sebagai gantinya, Pulau Batam ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas pada. Rencana pembentukan kawasan perdaganganbebas di Sabang pun secara resmi dibatalkan pada tahun 1985. Akan tetapi, upaya pengembangan Sabang kembali di lakukan sejak tahun 1997, terutama pada masa pemerintahan B. J. Habibie dan Gus Dur.

Sabang Kini

Sabang sempat mulai menunjukkan potensi sebagai kawasan perdagangan bebas pada awal tahun 2000-an, namun harus terhenti karena aktivitas GAM serta tsunami Asia Tenggara pada tahun 2004. Aktivitas di Sabang baru perlahan kembali normal setelah rehabilitasi serta perjanjian damai antara pemerintah dan GAM pada tahun 2005.

Kini, Sabang menjadi salah satu destinasi populer di Aceh. Paket wisata Aceh Sabang pun menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan untuk menikmati pesona daerah ini. Tak hanya itu paket wisata Sabang juga memanjakan anda dengan snorkeling dan diving, seperti halnya Bintan Travel sebagai travel resmi perjalanan wisata ke Sabang dan Aceh yang sudah berpengalaman. Untuk informasi selengkapnya mengenai promo paket tour anda bisa menghubungi wa  0822 74 555 333 atau hubungi kontak website ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *