Taman Putri Phang Paket Wisata Aceh

Taman Putri Phang Paket Wisata Aceh

Taman Putri Phang Paket Wisata Aceh adalah objek wisata yang menjadi saksi bisu Kebesaran kerajaan Aceh Abad 16. Saat memilih paket wisata Aceh, barangkali Anda sempat tertuju pada salah satu spot wisata sejarah yang sudah populer di Aceh. Daerah tujuan wisata ini adalah salah satu destinasi wajib dikunjungi karena daya tariknya yang luar biasa. Taman yang satu belakangan populer di kalangan traveller. Nah, selain menawarkan pesona wisata yang memukau, lokasi ini yang satu ini juga memiliki cerita khusus.

Destinasi wisata ini sudah pasti dimasukkan ke dalam program tour di Banda aceh. Selain terkenal dengan masjid-masjidnya yang memukau ternyata juga terkenal dengan cerita kerajaannya. Objek wisata ini diresmikan kembali pada bulan Maret 2009 silam. Salah satu hal yang menjadikan alasan banyak orang selalu betah berkunjung ke sini berkali-kali ialah karena area nya yang terbilang bersih.
Hal ini tak lain juga merupakan bentuk ketaatan masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Terbukti dengan peraturan yang diberikan, masyarakat mulai terbiasa untuk membuang sampah di tempat-tempat sampah yang disediakan.
Penasaran dengan salah satu destinasi bersejarah di Aceh ini? Berikut adalah informasi dan kisah di balik taman cantik nan bersih tersebut.

Catatan Sejarah

Sejarah adalah salah satu tujuan wisata menarik bagi tourist domestik dan tourist international. Setiap kunjungan wisata, tak akan ada artinya jika tidak ada di masukkan dalam program tour yaitu objek wisata yang beraroma sejarah. Bagi masyarakat Banda Aceh khususnya generasi mudanya, objek wisata ini merupakan wadah bagi mereka dalam mencurahkan kreativitas. Sementara itu, bagi masyarakat lainnya, taman ini sudah menjadi taman kota yang kerap digunakan untuk rekreasi keluarga lantaran murah meriah.
Di balik perannya sebagai ruang publik, lokasi yang menarik tersebut konon juga merupakan bagian kecil dari sejarah era Kejayaan Kesultanan Aceh. Tempat tersebut bersama beberapa situs sejarah yang lain yang ada di sepanjang Sungai Krueng Daroy merupakan bagian dari komplek raksasa Istana Kesultanan Aceh.
Bila menengok sejarahnya, pada saat Belanda menyerang Banda Aceh atau yang kala itu dikenal dengan Koetaradja, sebagian besar komplek istana hancur. Berbagai peninggalan bersejarah kejayaan Kesultanan Aceh pun mengalami kerusakan parah akibat serangan hebat tersebut.
Tak hanya itu, seiring perjalanan waktu taman yang sekarang kita kenal saat ini beralih fungsi sesuai dengan tata wilayah. Namun ada yang masih tersisa meskipun masih jauh dari kata kemegahan komplek istana dahulu yang bahkan bisa menampung 800 pasukan gajah.

Ukuran Taman Putri Phang

 Kondisi yang sebenarnya dari komplek istana ini konon hanya bisa dilacak dengan melihat catatan utusan bangsa asing serta beberapa karya kesusasteraan kuno misalnya saja Bustanus Salatin karya Nuruddin Ar-Raniri. Tak hanya itu, berdasarkan kesaksian utusan Kerajaan Perancis, sebenarnya luas dari komplek istana dalam Darud Dunya atau istana Kesultanan Aceh yaitu sekitar 2 kilometer persegi.
Dalam Kitab Bustanus Salatin terdapat catatan bahwa lingkungan istana tersebut memiliki taman seluas 1000 depa atau kurang lebih sekitar 1, 5 km persegi. Dan taman tersebut disebut sebagai Taman Ghairah. Menurut sejarah, taman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda sebagai bentuk hadiah bagi permasurinya yaitu Putroe Phang. Konon, sebutan tersebut berkaitan dengan tokoh permasuri tersebut.

Spot Wisata Di Banda Aceh

Salah satu spot yang kerap dijadikan sebagai salah satu daftar dalam paket wisata Aceh ini dalam perjalanannya menjadi spot wisata selalu dikaitkan dengan kisah sejarahnya. Secara garis besar, taman ini dibangun pada abad 16 atau sekitar tahun 1607 hingga 1638. Orang yang membangun taman tersebut diketahui bernama Sultan Iskandar Muda.
Pembangunan taman ini juga sebagai permintaan Putri Kamalilah yang merupakan permasuri dari Sultan Iskandar. Darimana asal permasuri ini? Catatan sejarah menyebutkan bahwa Kerajaan Pahang adalah asal dari Putri Kamalilah. Konon, tujuan Sultan Iskandar membangun taman tersebut agar permasurinya yaitu Putroe Phang tidak kesepian pada saat ditinggal untuk bertugas di pemerintahan. Didalamnya bisa ditemukan sebuah Pintoe Khop yang mana pintu ini sebagai jalur penghubung antara istana Meuligoe dengan taman Putroe Phang.

Penghuni Di Dalam Taman

 Objek wisata ini  merupakan tempat istirahatnya dari Putroe Phang ketika dia lelah berenang. Lokasi  ini pun dekat dengan Gunongan. Ditempat inilah pada dayang mengeramasi rambut permaisurinya. Di Pintoe Khop juga ada sebuah kolam yang digunakan untuk mandi bunga atau keramas. Perlu diketahui, sang permaisuri sendiri juga mempunyai beberapa kecakapan dan kebijaksanaan yang menjadikannya mashyur di Aceh.
Bahkan dalam menyelesaikan hukum, masyarakat Aceh kala itu seringkali meminta pendapat kepada beliau. Karena kepiawaiannya tersebut, Putroe Phang kemudian menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai masalah hukum. Karena itu, tidak heran bila  menjadi spot tersendiri bagi masyarakat Banda Aceh. Selain karena sejarahnya yang begitu melegenda, banyak spot menarik dari taman tersebut sehingga menjadikan para wisatawan bisa leluasa untuk bernostalgia.
Sekarang pemerintah Kota Banda Aceh menjadikan Taman putri phang sebagai obyek wisata yang dilengkapi dengan tempat atau area bermain untuk anak-anak. Serta disediakan pula lokasi untuk pemancingan. Di area taman juga masih dilengkapi dengan panggung yang terbuka. Biasanya pada hari Sabtu dan Minggu sore sering diadakan atraksi seni serta terkadang juga dijadikan sebagai lokasi parkir beberapa unit kendaraan Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh.  Jadi, Anda yang doyan memancing berjam-jam bisa menjadikan spot yang satu ini sebagai pilihan destinasi terbaik. Dimana lokasinya?
Taman ini terletak di Jalan Teuku Umar atau berhadapan dengan Kerkoff. Siapapun yang ke sini tidak perlu khawatir tersesat karena akses ke tempat tersebut sangat mudah. Hal ini karena letaknya yang berada di tengah-tengah kota dan bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Peninggalan Abad ke 16

 Nah, bagaimana menarik bukan? Selain bisa menyaksikan pemandangan alam dari sini,  peninggalan kerajaan Aceh di abad ke 16, dengan memilih tujuan wisata ke daerah ini, kita juga sekaligus belajar tentang sejarah beberapa tempat wisata di Aceh. Tips untuk Anda yang ingin berlibur di tempat ini sebaiknya pilihlah waktu terbaik.
Mengapa demikian? Karena di waktu tertentu foto maupun yang video yang Anda ambil di sini akan terlihat lebih bagus dan maksimal. Misalnya saja saat pagi hari maupun sore hari pada saat matahari akan tenggelam. Biasanya beberapa calon pengantin yang hendak menikah juga kerap menjadikan lokasi ini sebagai lokasi pengambilan foto pre wedding.
Untuk menjelajahi destinasi wisata sejarah ini, dan objek wisata menarik lainnya kami memberikan penawaran paket wisata aceh sabang mulai dari 2 hari hingga 5 hari dengan harga murah terjangkau dan tentunya pelayanan terbaik dan memuaskan yang akan kami berikan mulai dari pemesanan hingga tour anda selesai. Berikut adalah itynerary perjalanan lengkapnya.
Untuk pemesanan dan harga terbaik silahkan kontak kami langsung 24 Jam online
CALL / WHATSAPP  0822 74 555 333

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *